November 01, 2014

Dicari, Pelari Terakhir! (+Pengalaman Seleksi Indonesia Mengajar)


jalan masuk menuju Dusun Serambah, dusun penempatan saya di Pulau Bawean (2013)
*tulisan ini saya buat berbekal potongan ingatan dari lebih setahun yang lalu. maaf jika ada kesalahan penulisan, ya :)

Rasanya baru kemarin saya menapakkan kaki di Jalan Galuh II no 4 sembari menggendong sebuah carrier, dengan perasaan tidak karuan karena selanjutnya hidup saya akan berbeda. Halah. Yap, 22 April 2013 adalah hari bersejarah karena itulah hari pertama saya akan memasuki camp pelatihan Pengajar Muda VI. Hampir satu setengah tahun yang lalu! Oh maaan, cepet banget!

Perjalanan panjang tersebut dimulai dari sebuah titik balik. Alkisah pada akhir tahun 2012, dengan langkah gontai saya memasuki gedung Grha Sabha Pramana UGM untuk mengikuti talkshow Indonesia Mengajar bersama Pak Anies Baswedan. Motivasi saya saat itu hanya ingin lihat Pak Anies Baswedan saja. Sudah sejak lama saya 'tersihir' oleh berbagai speech beliau dan kali ini ingin saksikan langsung di depan mata. Selain Pak Anies, saat itu ada beberapa alumni Pengajar Muda yang ikut bercerita tentang pengalamannya selama di penempatan. Keluar dari ruangan kok ya tekad saya bisa berubah: saya ingin jadi Pengajar Muda! (thanks to Mas Arief Lukman Hakim yang sukses bikin saya ngiler ingin punya pengalaman yang sama serunya)

Dan sekarang, 1 November kembali datang. Rekruitmen Pengajar Muda angkatan X sudah dibuka. Indonesia Mengajar mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk mengabdikan satu tahunnya di pelosok negeri. Yap, sudah sembilan angkatan yang sedang dan akan diterjunkan ke 17 kabupaten di seluruh Indonesia dan angkatan 10 siap menyusul. Apakah kamu salah satunya? Jika tertarik untuk mendaftar bisa langsung klik link INI ya.. :)

Kok pelari terakhir sih?

Dalam satu tahun, ada 2 kloter Pengajar Muda yang dikirim ke daerah penempatan. Tujuh kabupaten di angkatan ganjil dan 10 kabupaten di angkatan genap. Indonesia Mengajar berharap, para Pengajar Muda yang bergantian datang tiap satu tahun itu bisa purna tugas setelah lima tahun saling mengestafetkan tanggung jawab untuk berkarya di penempatan. Dan kini datanglah tahun kelima. Saatnya para pelari terakhir menyelesaikan estafet dan menempuh garis finish. Lalu apakah tugas itu selesai? Tentu belum. Lima tahun ini adalah angka riil yang mampu disebut atas harapan pada sebuah perubahan.

Ada banyak teman yang bertanya bagaimana proses seleksi Pengajar Muda ini. Daripada saya cerita satu persatu sampai berbusa, lebih baik saya tuliskan di sini jadi semoga bisa lebih bermanfaat. Dulu saya juga banyak terbantu dari para kandidat Pengajar Muda yang menuliskan pengalamannya mengikuti seleksi di blog mereka. Tidak perlulah saya muluk-muluk bercerita tentang suka duka menjadi seorang Pengajar Muda agar kalian ngebet mendaftar. Saya juga sudah sering menuliskan tentang pengalaman saya selama menjadi guru di pelosok Bawean. Toh ini hanyalah salah satu dari sekiaaan banyak ladang mencari ilmu dan amal.

Apa saja proses seleksi Pengajar Muda?

Perlu diingat bahwa proses seleksi setiap angkatan tidak selalu sama. Saya hanya menuliskan pengalaman seleksi saat angkatan saya dulu, bisa saja lebih banyak prosesnya, atau justru lebih sedikit. Tapi paling tidak sudah ada gambaran dan persiapan ya :) 

  • Seleksi administrasi 
Meski judulnya hanya seleksi administrasi, jangan pernah sepelekan tahap ini. Indonesia Mengajar benar-benar serius dalam menyaring calon yang mereka cari. Syarat-syarat pendaftaran yang harus dipenuhi adalah: 
-  Belum menikah (biar ngga berat meninggalkan istri/anak dan kepikiran selama 1 tahun)
-  Berusia maksimal 25 tahun (setahu saya ini bukan syarat mutlak, jika umurmu sedikit lebih dari 25 tahun tapi ada pertimbangan lain yang membuatmu lebih menarik, jangan ragu buat daftar)
-  Lulus S1 semua jurusan (banyak pertanyaan: harus dari jurusan pendidikan nggak? Jawabannya: TIDAK. Justru IM memberi kesempatan pada sarjana non-kependidikan untuk merasakan nikmatnya jadi guru :D)
Kalau niat mendaftar sudah bulat, syarat pendaftaran sudah terpenuhi semua, persiapkan berkas administrasi selengkap mungkin. Scan berkas seperti ijazah dan KTP karena seleksi administrasi ini sepenuhnya via online. Tidak ada surat menyurat yang bikin kamu ketar-ketir berkasmu mungkin nyangkut di kantor pos. Hahaha. Update lah CV jadi saat mengisi form pendaftaran tidak perlu mengais-ngais ingatan lagi, cukup mengintip CV saja.

Form pendaftaran ini lumayan panjang dan menguras tenaga, selain harus melengkapi data-data, kita juga diminta menjawab beberapa pertanyaan berbentuk essay. Jangan isi sekenanya, karena recruiter akan melihat keseriusan kalian mendaftar dari essay yang dikirimkan. Pertanyaannya seputar motivasi mendaftar, pengalaman organisasi, hambatan dan prestasi, dan kesiapan menjadi Pengajar Muda. Jawab dengan jujur dan lugas karena jawaban essay ini akan 'dipertanggungjawabkan' jika kalian lolos ke tahap selanjutnya.

Jika tidak bisa menyelesaikannya dalam satu waktu, cukup klik simpan dan kalian bisa update jawaban di lain kesempatan. Kalau tidak salah saya waktu itu menyelesaikannya dalam satu minggu. Lama ya? Haha :D

Jika ada pertanyaan terkait seleksi PM ini, bisa ditanyakan via twitter @JadiPM. FYI, pengalaman organisasi akan sangat berguna. Jadi kalau kalian punya segudang pengalaman oganisasi, itu bisa jadi nilai tambah. Ceritakan saja beberapa yang paling menonjol di form pendaftaran.
  • Direct Assessment (DA)
Jarak dari waktu penutupan pendaftaran hingga pengumuman lolos ke tahap DA kira-kira tiga mingguan. Lumayan deg deg ser nunggunya dan saat itu saya jingkrak-jingkrak saat tahu lolos ke tahap DA. Lima menit setelahnya langsung panik karena ngga tahu saat DA itu bakal ngapain aja. Hahaha. Kalau tidak salah pendaftar online saat angkatan saya mencapai 7500-an orang dan yang lolos ke DA sekitar 260-an orang. Dipangkas habis-habisan ya? Makanya, maksimalkan pengisian form pendaftaran online mu.

Saat angkatan saya dulu ada beberapa tahapan seleksi yang dilaksanakan langsung dalam 1 hari yaitu Presentasi Diri, FGD, Wawancara, Psikotes, dan yang paling berkesan adalah Microteaching. Tiap kandidat akan bergerak dalam kelompok dari satu pos seleksi ke pos lainnya. Waktu itu saya dapat jadwal DA hari pertama sekitar pertengahan Januari 2013. Saya ceritakan satu persatu ya. 

1.  Presentasi Diri
Kita diberi waktu (kalau tidak salah 3 menit) untuk mempresentasikan tentang diri sendiri dalam sebuah kelompok. Kemampuan kita 'menjual potensi diri' akan terlihat di sini. Jujur, waktu itu saingan saya hebat-hebat dengan segambreng pengalaman dan prestasi. Tapi ada beberapa yang justru terlihat angkuh dengan beragam pengalaman yang ia miliki. Saya kurang paham penilaiannya apa, tapi menurut saya pribadi sih recruiter melihat bagaimana kita membawa dan memperkenalkan diri sendiri, bagaimana kita merespon orang lain, dan bagaimana kita bisa membuat orang lain tertarik pada keunikan diri kita. Saat bertugas di penempatan, kita harus pintar-pintar menempatkan diri karena orang yang ditemui akan sangat beragam, mulai dari warga desa hingga bupati. 
Tetaplah tenang saat menceritakan diri sendiri. Kalau punya banyak waktu, berlatihlah dan ingat poin-poin apa yang ingin kalian sampaikan. Ingat pada jalur yang kalian inginkan, jangan sampai kejauhan beloknya, nanti malah ngelantur kemana-mana ceritanya. Hehe. Jadilah penampil dan pendengar yang baik. Kalian bisa mengajukan pertanyaan saat ada teman yang mempresentasikan dirinya.

2.  FGD
Sesi FGD hampir pasti selalu ditemui di tiap seleksi pekerjaan. Di sinilah recruiter bisa mengetahui cara kita berperilaku dalam kelompok seperti menyampaikan pendapat, merespon pendapat, membuat kesepatakan, dan mengakomodasi kepentingan orang lain. Akan diberikan kasus (biasanya terkait pendidikan) dalam kelompok tadi dan masing-masing diminta menganalisis dan mencari solusinya dulu. Kemudian akan diberi waktu mendiskusikan solusi terbaik dan mencari kesepakatan tanpa melalui voting. Susah lho kalau masing-masing mempertahankan ego dan itu bisa jadi nilai minus. Saran saya sih, tetap aktif dalam kelompok tapi lebay juga. Tetap berikan kesempatan pada yang lain. Sebaliknya jika kita masih minder dan merasa kurang mampu speak up, tawarkan diri menjadi notulen dan tetap tenang berpendapat saat diberi kesempatan berbicara. Kalau mau cari tips FGD banyak kok bertebaran di internet :D
3.  Wawancara
Ucapkan selamat tinggal pada kelompok seleksi yang membersamai sejak awal! Haha. Masing-masing kandidat akan diwawancara secara bergiliran oleh 1-2 orang, baik dari pihak IM atau recruiternya. Waktu itu saya diwawancara selama hampir 1 jam, pertanyaannya seputar jawaban essay kita aja sih. Pokoknya diputer-puter, kalau bohong pasti kelihatan. 

4.  Psikotes

Tahapan psikotes ini sama seperti psikotes pada umumnya, tapi ngga ada TPA nya. Tes lebih ke kepribadian saja seperti wartegg test, tes menggambar pohon dan orang, juga tes yang pilihan ganda ratusan pertanyaan itu loh. 

5.  Microteaching
Ini adalah seleksi paling heboh dan berkesan buat saya. Kami kembali berkumpul dalam kelompok kecil dan masing-masing diberi waktu 7 menit untuk simulasi mengajar di dalam kelas. Materinya sudah diberitahukan saat pengumuman DA jadi kita bisa bersiap apa yang mau diajarkan sampai alat ajarnya. Kalau ngga salah waktu itu saya dapat materi matematika. Wah, semua sudah saya siapkan tuh, termasuk latihan microteaching agar 7 menit bisa dimanfaatkan dengan baik. 
Saat pelaksanaan? Hancur.
Masing-masing penampil akan dibully oleh satu ruangan. Luar biasa tekanannya. Saya cuma bisa cengangas cengenges mengatur kelas semampu saya. Selain teman sekelompok, akan ada beberapa alumni yang ngetem di dalam kelas dan berperan sebagai muridmu. Jangan berharap bisa menyampaikan materi ajar karena suasana kelas akan chaos layaknya TK! Waktu itu saya sampai dikunci di luar kelas oleh salah satu murid. Ada lagi yang dikerjain dimana seluruh murid diam seribu bahasa tidak mau mendengarkan gurunya. Ada-ada saja lah skenario mereka. Menurut saya sih yang dinilai adalah ketenangan kita menghadapi keributan tersebut, bagaimana kita menghandle situasi, sampai kreativitas kita dalam usaha menyampaikan materi. Kalau saran saya, ngga usah dipikir berat-berat yang bagian ini, anggap have fun saja.. Waktu itu sebelum giliran microteaching saya masih jadi murid pendiam, tapi setelah saya maju, saya ikutan jadi murid bandel. Kalau diingat masih suka ketawa, karena beberapa alumni yang jadi murid di kelas itu kini jadi teman-teman dekat saya :)
  • Medical Check Up 
Rentang waktu pengumuman MCU berbeda tiap kandidat. Waktu itu saya nunggu lebih dari 1 bulan, sementara teman saya hanya 2 minggu. Jadi kalau temanmu sudah dipanggil dan kamu belum, jangan pesimis dulu. Siapa tahu giliranmu memang belum datang. Tetap berdoa!
  • Camp Pelatihan Pengajar Muda 
Jika sudah terpilih menjadi satu dari 75 Calon Pengajar Muda, kamu harus mempersiapkan diri ikut camp pelatihan di bulan April. Ingat ya, masih calon :p

Nah, sudah ada gambaran kan bagaimana proses seleksi Pengajar Muda? Sekarang waktunya buka laptop dan ketik www.indonesiamengajar.org. Tunggu apa lagi? Ada ratusan anak-anak di penjuru negeri yang menantikan kedatanganmu, pelari terakhir. 

Semoga sukses ya!

Tiap turun ke kecamatan selalu jadi hiburan buat saya, karena bisa berkendara di jalan persis tepi lautan.
Saya punya teman-teman baru, kelima manusia inilah yang jadi shelter pertama setiap masalah yang saya temui di penempatan.
Saya punya keluarga baru yang cintai saya apa adanya, menganggap saya bagian dari mereka.

Saya punya murid-murid baru yang ajarkan apa itu arti sayang.
Saya punya teman main baru yang tak pernah lelah ajak saya mengeksplor Bawean.

8 comments:

  1. wow great story nice ^-^.9 bangga kenal mbak kinchan

    ReplyDelete
  2. Ya ampun sama banget kin. Aku juga dulu baru kepikiran daftar IM setelah dateng ke roadshow IM di GSP dan tersihir oleh Pak Anies. haha. Btw dulu kita DA di hari yang sama kan ya?

    ReplyDelete
  3. worth it ka untuk pengalaman nya , salam kenal ya :)

    ReplyDelete
  4. aku mau jadi pelari terakhir kak hehe , smga bisa lolos seleksi

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. Pengalaman hidup yang luar biasa, memberikan perubahan melalui dunia pendidikan. Berada di tempat terpencil, bukan berarti kualitas pelajar terpuruk. Alhamdulillah, kehadiran Indonesia Mengajar benar-benar anugrah ilahi. Kerja keras teman-teman yang sangat berdedikasi tinggi terhadap pendidikan, ibarat iurah darah seperti nenek moyang dahulu kala. Kali ini, pengajar muda yang menginspirasi anak-anak Indonesia tuk jadi lebih baik. Terima kasih banyak ya kawan....

    ReplyDelete
  7. MInat Banget donk buat daftar ..
    Tapi hanya lulusan D2

    ReplyDelete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)