May 05, 2014

Mendaki Gunung Demi Danau Kastoba

Danau Kastoba dikelilingi perbukitan, di bagian belakang adalah persawahan di kecamatan Tambak dan laut lepas!
Eits, memang di Bawean ada gunung?
Jika menganut definisi gunung di Wikipedia yang mengatakan bahwa gunung mempunyai tinggi lebih dari 2000 kaki (600-an meter) itu artinya tidak ada gunung di Bawean. Tetapi jika menganut apa kata orang Bawean, ada 99 gunung di pulau kecil ini!
Ya, di Bawean, bukit disebut dengan gunung.

***
Akhirnya setelah satu tahun lebih vakum mendaki, sore itu rasa penasaran saya terobati. Gunung Sabu yang konon terletak tepat di tengah pulau akan menjadi tempat pendakian kami bersama teman-teman dari MA Himayatul Islam Kebuntelukdalam. Tingginya tidak lebih dari 200 meter saya kira. Hanya dibutuhkan waktu mendaki sekitar satu jam saja untuk mencapai puncaknya. Tapi jangan remehkan trek pendakian Gunung Sabu. Lumayan menanjak curam dan saya berkali-kali terpeleset tanahnya yang licin setelah diguyur hujan. Untung persiapan kami sudah lumayan matang.

Kata Bapak Nurhan, kepala sekolah MA yang mengajak kami mendaki, dari Gunung Sabu bisa terlihat pemandangan seluruh Pulau Bawean, termasuk Danau Kastoba yang legendaris (dan mistis) itu. Hanya ada bukit yang lebihi tinggi di bagian selatan sehingga panorama kecamatan Sangkapura dan dermaganya tidak terlihat. Sayangnya sejak sore mendung menggelayut di langit hingga keesokan harinya sehingga kami tak dapat menikmati momen matahari terbenam. Ditambah saya yang lupa bawa tripod jadi kesusahan mainan long exposure. Tapi serunya, itulah pertama kali saya tidur beralaskan tanah dan berselimutkan jutaan bintang tanpa takut mati kedinginan. Sesekali gerimis datang pada dini hari, tapi rupanya tak mampu membangunkan kami yang kelelahan setelah berkegiatan satu hari penuh.

Jika kalian ke Bawean dan punya waktu yang longgar, coba saja mendaki gunung ini dan dapatkan pemandangan berharga yang tidak akan kalian lupakan :)

PS: selain foto bintang, semua foto diambil menggunakan HP Sony Experia V. Cukup recommended untuk orang yang hobi melakukan kegiatan outdoor seperti saya. *bukan iklan :p* Maaf jika tulisan ini agak cheesy, sumprit tumpul banget otak saya rasanya buat nulis :))

nangkring
waktu itu saya tidur. ketika bangun, langsung lihat ini. tanpa beranjak, saya ambil kamera dan meletakkannya di perut saya untuk mendapatkan foto ini. *akibat ga bawa tripod*
another blurry photo -.-
full team! *abaikan mukanyaa!*
pagi yang mendung, pulau kecil di bagian kanan foto itu Pulau Gili
semacam akan hujan besar
sampai bertemu di perjalanan selanjutnya!

23 comments:

  1. keren mba fotonya, pake kamera apa bisa nangkep cahaya bintang gitu?

    ReplyDelete
  2. Gambar ketiga dari bawah bagus banget ! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi ngeliat langsung, pasti amazed! :D

      Delete
  3. view nya...
    ijin nyimak njeh mba, maturnuwun :)

    ReplyDelete
  4. walau tingginya 200 meter tapi kalau mulainya dari nol dan treknya berputar yaa jauh juga ya :D

    ReplyDelete
  5. wohooo keren abis foto-fotonya, apalagi foto pagi di gunung suka banget~

    ReplyDelete
  6. halo kinchan sepertinya impian mu untuk bertemu jodoh di stasiun kereta akan terwujud, saya pernah bermimpi seperti itu seperti itu. salam!

    ReplyDelete
  7. wahh keren banget ya danaunya mantappp

    ReplyDelete
  8. bagus2 fotonya, jadi pengen ke situ

    ReplyDelete
  9. Cakep fotonya, orangnya juga hehehe

    Kunbal ditunggu
    http://www.keponews.com

    ReplyDelete
  10. Replies
    1. ya ginilah keuntungan kalo perutnya rata, bisa digunakan untuk berbagai suasana. hahha

      Delete
  11. Itu another blurry amazing banget fotonya kalo sharp ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, semoga kedepannya dapat hidayah buat ga males bawa tripod :'')

      Delete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)