March 09, 2013

Kadang Kita Hanya Butuh Duduk Sejenak



Sore itu, saya tidak ingin kemanapun.
Kecuali ke sebuah tempat yang sudah sangat lama saya rindukan. Sebuah tempat lapang dari beton yang terbentang di ujung tebing barisan perbukitan sebelah timur Parangtritis, landas pacu Parangndog.

Kadang kala, kita hanya butuh duduk sejenak. Sudah, cukup diam saja. Beberapa saat lalu lari saya terlampau kencang. Saya lelah dan belum sempat mengambil napas. Saya tidak berlari dalam konteks fisik, saya berlari-lari dalam pikiran saya, kapanpun, bahkan di menit-menit sebelum akhirnya jatuh terlelap di kala malam.

Saya duduk, tidak memikirkan masa lalu, pun masa depan. Saya hanya berpikir tentang sekarang. Ya, pada sekarang-yang-sudah-menjadi-kemarin itu saya cuma duduk di tepi landasan memandang bentangan pesisir Parangndog dengan langit biru yang megah. Membiarkan tubuh diterpa angin laut, cahaya matahari sore membelai lembut, memandang langit. Sudah, itu saja.

Ada banyak pertimbangan yang bergejolak dalam diri, kembali bertanya-tanya tentang makna passion dan hidup-dengan-bahagia, ini adalah suatu fase peralihan dalam hidup yang terkadang terasa begitu menyesakkan.

Saya tersadar dari lamunan ketika lagu Surrender berkumandang merdu dari handphone di sebelah saya, lagu favorit kami.
To the future we surrender, life's to live love's to love
...
Let's just celebrate today, tomorrow's too far away.
What keeps you waiting to love? Isn't this what you've been dreaming of?
Legowolah, maka tidurmu akan nyenyak.







*** Sudah hampir satu bulan saya tidak mengupdate blog. Semuanya tersimpan rapi di folder draft, belum ada niat sempurna untuk mengunggahnya. Karena mungkin saya sedang butuh duduk, tidak sejenak, duduk yang lama.

20 comments:

  1. ckckckck, sudut pengambilan fotonya menarik. Eh, kalau saya lihat dari sudutnya, bukankah itu posisi sedang berbaring? Seperti orang yang di foto siluet itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya mas, saya setengah berbaring dengan perut nahan badan. berat jugaaa :)

      Delete
  2. bagus fotonya dan sangat menyamankan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuwun, tempatnya sendiri memang bagus dan menyamankan mas :)

      Delete
  3. Postingan sederhana dengan makna yang dalam. Kapan yah bisa duduk tenang diam dan hanya menikmati indahnya alam :)

    ReplyDelete
  4. ini di mana ya? tempatnya pas banget buat nge-galau :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. di deket Parangtritis mas. pas biangettt :) kalo ke Jogja ke sini maas hehe

      Delete
  5. wuiiiih keren banget..kata katanya, foto fotonya semua seni..gak mainstream..mantab

    ReplyDelete
  6. Coba di Jakarta ada pantai yang seindah itu ya...? nunggu pantai publik diresmikan dulu kayaknya hehehehehe

    ReplyDelete
  7. ajarin poto n nulis yang bagus ya kinchan .... :D

    ReplyDelete
  8. salam kenal mb,
    potonya bagus2 dan postingan juga...
    klo ada komunitasnya boleh gabung mb

    ReplyDelete
  9. salam kenal mb,
    postingan dan potonya bagus2 mb.
    klo ada komunitasnya boleh gabung mb,

    ReplyDelete
  10. kayaknya saya juga sudah saatnya duduk sejenak disuatu tempat yang asyi...meluncur ah.....

    ReplyDelete
  11. deket parangtritis ya mbak kin ? trus kalo udah di daerah sana, nanya ke orang bilangnya nyari tempat apa namanya mbak ?? keren tempatnya..

    ReplyDelete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)