January 30, 2013

Di Bawah Langit Biru: Sebuah Intro

Kuceritakan kepadamu sebuah desa kecil yang terletak di tepian lembah hijau nan subur. Ada petak-petak sawah dengan sungai kecil berair jernih mengalir tenang mengairi tiap jengkal tanah berpadi yang tumbuh merapat. Rumah-rumah dibangun di atas tanah bertingkat, sekilas semuanya akan nampak dari jalan di atas punggungan. Yang menyambut pagimu dan mengucapkan selamat tidur untukmu hanyalah suara putaran kolecer (kincir angin dari bambu,pen.) serta harmoni suara jangkrik dan kodok sawah.

January 14, 2013

Cerita Tentang Kedai Ibu

Sebenarnya saya ingin melanjutkan menulis ttg Kelana Nusa Tenggara, tetapi rupanya tangan lebih tergerak untuk membuat tulisan ini.

Ibu saya membuka sebuah kedai makan di rumah. Tidak begitu besar, hanya diisi beberapa meja dan kursi untuk para pelanggan yang ingin makan langsung di sana. Masakan yang disediakan pun hanya masakan ala rumah Jawa. Rumah kami memang berada dekat dari kampus dan dikelilingi banyak kos-kosan. Inilah yang membuat Ibu memutuskan untuk membuka kedai makan pada lebih dari tiga tahun yang lalu.

January 11, 2013

Kelana Nusa Tenggara (1): Membelah Bali

Ini adalah bagian pertama dari kisah perjalanan saya, Edo, Debby, dan Tege menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Akan ada beberapa bagian, selamat membaca :)

"Kin, sudah sholat?"

Suara Tege menyadarkan saya dari kantuk setibanya kami di Stasiun Banyuwangi Baru, malam itu. Melakukan perjalanan darat sepanjang hari dengan kereta berkursi tegak tanpa pendingin cukup membuat tubuh kami menjadi letih dan pegal-pegal. Sambil menyeret kaki, perlahan kami beranjak ke mushola stasiun untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya. Saat itu hanya ada rombongan kami dan beberapa penumpang lain yang menanti pagi datang.