November 24, 2012

Lanskap Merbabu Via Selo


bersujud syukur telah diberikan izin mencapai puncak Merbabu

Akhirnya, setelah enam bulan berlalu saya bisa memuat foto-foto lanskap Merbabu ini di blog. Catatan pendakianya pernah saya tulis di sini. Saya memposting foto dan catatan pendakian dengan harapan teman- teman dapat termotivasi untuk ikut menikmati keindahan gunung-gunung di Indonesia.

Dengan menyadari keindahan yang dimiliki negeri ini, besar pula harapan saya agar kita menyadari bahwa kitalah agen-agen pelestari dan penjaga alam Indonesia. Jika mendaki, jadilah pendaki yang bertanggung jawab dan peduli dengan lingkungan. Caranya sangat mudah kok. Saya sendiri berpegang pada pepatah berikut ini.
Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.
  1. Jangan pernah membuang sampah di gunung. Saya juga pantang membakar sampah yang saya hasilkan di gunung. Bahkan bungkus permen pun tidak. Bawa sampah yang anda hasilkan dan buanglah di tempatnya ketika telah tiba di pemukiman. Gunung BUKAN tempat sampah!
  2. Jika membuang air besar di gunung, sebaiknya gali lubang. Jika hanya ditutupi tisu basah, kasihan kalo ada pendaki lain yang juga ingin buang air tapi nggak jadi gara-gara lihat 'jejak' kita.
  3. Jangan mencemari sumber air. Contohnya saat di Ranu Kumbolo, saat itu banyak pendaki mencuci perkakas masak di Ranu. Hasilnya, tepian Ranu Kumbolo penuh dengan sisa makanan. Hiii.
  4. Jika membuat api unggun, pastikan apinya terisolasi dan tidak akan merembet ke tumbuhan di sekitar. Kan sedih juga kalau hutan di gunung kebakaran gara-gara api unggun pendaki. Kalau merokok juga jangan lupa matikan dulu apinya sebelum membuang puntung rokok.
  5. Jangan memetik atau mengambil tumbuhan atau bunga di gunung, terlebih edelweis yang sudah langka tersebut. Buat kenang-kenangan? Ambil fotonya saja. Lebih abadi dan bisa dibagikan ke siapapun kan?

Masih banyak hal-hal yang dapat (dan mesti) dilakukan para pendaki agar tidak merusak alam, tapi sementara saya share segitu dulu aja. Selanjutnya, selamat menikmati lanskap Merbabu jalur Selo dengan ketujuh puncaknya di bawah ini :)

sunrise in your eyes
pohon edelweis
puncak Merapi mengintip dari balik bukit sabana
rerumputan sabana berbisik mesra, dan kau cukup sendiri saja untuk menikmatinya.
trek selepas Watu Tulis
langsung menghadapi bukit ini selepas campsite
sabana II yang sunyi
menuju puncak triangulasi

14 comments:

  1. mbak kinchan :)

    saya nggak lebay, tapi saya kagum sama mbak~

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, mbak.
      terima kasih banyak ya sudah mampir. waduh, saya tersanjung. semua ini masih jauh dari sempurna, matur nuwun atas apresiasinya :)

      Delete
  2. *ngiler liat bukit savananya :D *kapan* bisa ke sanaa,,

    ReplyDelete
  3. jadi kangen naik gunung..
    salam sesama pejalan ya! :)

    ReplyDelete
  4. Aku kok suka dengan landskap si merbabu ini. Booked for next trip ~~

    ReplyDelete
  5. kapan ada nyali buat naik gunung, selalu males + kayak nya berat banget. Padahal kalo liat cerita2 nya gini ngiler

    ReplyDelete
  6. saya ambil gambarnya ya,, :D :D
    ini dia
    http://iffah-arifah5.blogspot.com/2014/01/rindu-cumbu-alam.html

    ReplyDelete
  7. keren, ajib... salam kenal

    ReplyDelete
  8. bagus fotonya..minggu depab rncana mo ke Merbabu..buat pemula,jalurny relatif aman?makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo jalur Selo yang saya daki ini jalurnya sangat panjang dan cukup melelahkan tapi terbayarkan dengan pemandangan bagus, kalau jalur Wekas/Cunthel lebih pendek tapi lebih curam juga, kalau sudah sesuai standar lapangan dan selalu waspada insya allah aman kok

      Delete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)