June 25, 2012

Hadiah Sepiring Pisang Goreng

'happy 21'
Pertengahan Juli tiga tahun yang lalu, saya terbangun di tengah dinginnya suhu udara sleeper bus yang membawa kami ke daratan Thailand di sisi utara. Pukul dua belas malam lebih sedikit, keempat travelmates saya masih tertidur lelap, kelelahan. Perjalanan masih setengah jarak lagi, enam jam lamanya. Telepon selular yang saya isi dengan nomor lokal bergetar segera setelah diaktifkan. Hanya dua pesan singkat, satunya dari adik, satunya dari lelaki yang terkasih.

"Mbak Kinkin, selamat ulang tahun. Salam dari ibu dan mbak tia. Oleh-oleh jangan lupa." 

Air mata menetes perlahan. Untuk ukuran seorang adik lelaki yang pemalu dan jarang memberi ucapan ulang tahun, pesan singkat ini manis sekali. Seketika saya merindukan keluarga saya di rumah. Begitupun dari lelaki itu, yang masih menemani ulang tahun saya hingga setahun kemudian.

June 23, 2012

Rindu


apa yang lebih manis dan menenangkan daripada matahari terbit dari balik cakrawala?
duduk di tepi punggungan, mendengar suara-Mu lewat desau angin pagi yang sejuk.
menyesap secangkir teh hangat, bersama yang terkasih.
rasanya begitu dekat; di sini aku sangat merindukan-Mu, Tuhan.

June 20, 2012

Tiga Gajah


Karnaval Pembukaan FKY 2012 - Tiga ekor gajah yang dibawa dari kebun binatang Gembiraloka rupanya turut serta dalam arak-arakan karnaval pembukaan FKY 2012 di Jalan Malioboro Yogyakarta, sore tadi (20/6). Dengan punggung dan kaki penuh gambar-gambar yang mempercantik, gajah-gajah tersebut berjalan perlahan di tengah ramainya pengunjung yang ingin ikut menyaksikan karnaval. Tepat di depan tenda yang menaungi tamu undangan termasuk Sri Sultan HB X, salah satu di antara ketiga gajah tersebut menekuk kaki depannya dan meletakkan kepalanya di trotoar - seakan memberi hormat kepada Sultan. Kemudian dengan santai ketiga gajah tersebut kembali berjalan menuju tempat finish di Alun-Alun Utara.

June 19, 2012

Padang Sabana



Sabana adalah salah satu lansekap favorit saya. Saya ingin ke Sumba karena di sana sabana seperti sawah di pelosok Bantul, mudah sekali ditemukan di mana-mana. Tetapi hasrat saya untuk berjalan di antara ilalang yang bergerak seiring angin berhembus akhirnya terpenuhi ketika mendaki Merbabu, beberapa hari yang lalu.

June 18, 2012

Ketika Mendaki

Puncak Triangulasi: Fajar - Kinkin - Adi - Dadid - Udin - Vijay - Gerry - Bintar

(ini bukan catatan perjalanan, hanya sepotong kisah yang paling saya ingat dan rekam di otak.)

Sejak kami tiba di basecamp Pak Parman jumat malam itu, belum satu jam pun saya memejamkan mata dan terlelap. Saat itu saya merasa terlalu sayang melewatkan sunrise cantik dari wilayah sabana I sehingga saya memilih untuk tetap terjaga dan berkeliaran di sekitar tenda. Pagi itu memang cerah sekali: langit tanpa awan, Merapi gagah menjulang, dan saya mendapatkan momen matahari terbit paling cantik tahun ini.

Kami sedang mendaki Merbabu setinggi 3142 mdpl yang dikenal sebagai gunung tujuh puncak via Selo. Benar sekali, trek pendakian gunung ini dihiasi dengan puncak-puncak bayangan yang memberikan harapan palsu. Sudah bahagia tiba di satu puncak, ternyata di baliknya ada puncak lain yang lebih tinggi dan curam. Tetapi di sisi lain, Merbabu menawarkan bentang alam yang begitu menawan. Dan tidak salah kami datang pada bulan Juni di saat cuaca senantiasa cerah dan perbukitan masih menghijau subur.

June 05, 2012

Whale Shark di Laut Selatan

doc. KPN 2012
Kapal seberat 30 GT berwarna biru muda itu melaju perlahan menyusuri teluk Sadeng. Dermaga makin terlihat mengecil, terhimpit batuan karang raksasa di kanan-kiri. Sepuluh menit kemudian barulah nampak lansekap khas Gunungkidul yang menakjubkan; bukit-bukit karang gundul bertebing 90 derajat yang angkuh. Ombak ganas berkejaran dengan cepat dan akhirnya menabrak dinding tebing, menggerus lubang karang yang terus membesar. Saya duduk diam di dekat anjungan kapal, menatap lansekap tersebut tanpa berkedip atau mengatupkan mulut. Belum pernah sekalipun saya melihat Gunungkidul dari sisi yang lain.

Untuk Suamiku Di Masa Depan

Tidak terasa sudah bulan keenam di 2012. Aku masih menenangkan diri setelah seharian ini terlalu banyak ide berlari liar di otakku. Aku mencoba untuk tidak memikirkan apapun, tetapi entah mengapa malam ini aku kepikiran melulu.

Hingga kini tidak pernah aku tahu seperti apakah parasmu. Aku selalu berdoa Tuhan memberikan barang sedikit bocoran agar aku dapat mengintipmu di dalam mimpiku, tapi itu nihil. Tuhan masih membiarkanmu bersembunyi di dalam selubung misteri yang bahkan untuk menebaknya pun aku tak pernah sanggup. Tapi aku percaya, Ia telah menjalinkan benang merah takkasat mata seperti yang sering aku lihat di film-film. Benang ini mungkin hanya beberapa meter, atau beberapa puluh meter, atau beberapa puluh kilometer, atau beberapa ribu kilometer panjangnya, itu yang aku tak tahu. Yang jelas kita sudah saling terhubung dan akan ada saatnya kita bertemu untuk saling mencintai sampai mati.