
" Ojo tekan mbengi yo.. Mengko nek wes magrib gek ndang medhun.." adalah kata-kata yang biasa diucapkan Yu Mar, pemilik warung sekaligus 'juru kunci' Parangndog, kepada setiap pengunjung Parangndog.Jika ada tempat yang membuat saya senang bolak-balik Jogja-Parangtritis, tidak lain adalah Parangndog. Tempat ini mungkin masih terdengar sangat aneh di telinga kalian, tapi sudah sangat lazim didatangi para pemanjat tebing.
Parangndog yang terletak tidak jauh dari Parangtritis, sebenarnya adalah nama sebuah pantai. Tapi di atas pantai itu terdapat tebing-tebing dan bukit batu yang kemudian juga disebut Parangndog. Aksesnya sekarang cukup mudah, setelah beberapa tahun lalu jalan batu-licin-supercuram di sana diperbaiki. Tetapi curamnya tetap, dan setiap saya kesana, pasti ada 1-2 motor teman yang tidak kuat naik :p
Saya tahu tempat ini dari organisasi PA sekolah saya dulu. Ya, beberapa kali saya mencicipi memanjat di tebing Parangndog ini. Sensasinya, brrr... Begitu lihat ke belakang, laut selatan yang sangat luas terhampar!
Kemudian ketika saya kuliah, saya mengenalkan tempat ini ke teman-teman komunitas jalan-jalan, dan Parangndog menjadi salah satu tempat favorit kami. Perjuangan merayap di punggungan bukit batu yang curam dengan motor belum diservis akan selalu terbayar ketika sampai di depan warung Yu Mar. Lokasi 'menyesap sore' favorit kami adalah landas pacu gantole di puncak bukit di atas warung yang landai dan langsung menghadap Laut Selatan. Sensasinya selalu sama : segar, bahagia, ringan, dan merasa sangat kecil di hadapan Yang Maha Kuasa.
landas pacu gantole dari jauh (doc. Fitri Pirala)Berikut beberapa 'kelakuan gila' teman-teman saya saat berkunjung kesana:
kalo cape bisa tidur di landas pacu nya
glesotan di kemiringan curam, jatuh = mati! (doc. Fitri Pirala)
(doc. Fitri Pirala)
kelakuan gila 1 ini jangan ditiru! jaket salah satu teman tertiup angin dan nyangkut di landasan pacu yang miring curam! Kalau berniat menginap bisa kok, di depan warung Yu Mar ada pendopo untuk berkemah. Sayang, air agak susah didapatkan.
P.S : Parangndog tidak dianjurkan bagi mereka yang takut ketinggian dan angin kencang.
Bagaimana dengan kalian yang sudah pernah merasakan angin Parangndog? Bikin pengen balik bukan? Buat yang belum pernah berkunjung, Parangndog menunggu!


