November 02, 2010

Menyesap Sore di Landas Pacu Parangndog


" Ojo tekan mbengi yo.. Mengko nek wes magrib gek ndang medhun.." adalah kata-kata yang biasa diucapkan Yu Mar, pemilik warung sekaligus 'juru kunci' Parangndog, kepada setiap pengunjung Parangndog.
Jika ada tempat yang membuat saya senang bolak-balik Jogja-Parangtritis, tidak lain adalah Parangndog. Tempat ini mungkin masih terdengar sangat aneh di telinga kalian, tapi sudah sangat lazim didatangi para pemanjat tebing.
Parangndog yang terletak tidak jauh dari Parangtritis, sebenarnya adalah nama sebuah pantai. Tapi di atas pantai itu terdapat tebing-tebing dan bukit batu yang kemudian juga disebut Parangndog. Aksesnya sekarang cukup mudah, setelah beberapa tahun lalu jalan batu-licin-supercuram di sana diperbaiki. Tetapi curamnya tetap, dan setiap saya kesana, pasti ada 1-2 motor teman yang tidak kuat naik :p

Pantai Parangndog dari atas

pesisir pantai Laut Selatan

Saya tahu tempat ini dari organisasi PA sekolah saya dulu. Ya, beberapa kali saya mencicipi memanjat di tebing Parangndog ini. Sensasinya, brrr... Begitu lihat ke belakang, laut selatan yang sangat luas terhampar!
bg : tebing-tebing yang digunakan untuk climbing

Kemudian ketika saya kuliah, saya mengenalkan tempat ini ke teman-teman komunitas jalan-jalan, dan Parangndog menjadi salah satu tempat favorit kami. Perjuangan merayap di punggungan bukit batu yang curam dengan motor belum diservis akan selalu terbayar ketika sampai di depan warung Yu Mar. Lokasi 'menyesap sore' favorit kami adalah landas pacu gantole di puncak bukit di atas warung yang landai dan langsung menghadap Laut Selatan. Sensasinya selalu sama : segar, bahagia, ringan, dan merasa sangat kecil di hadapan Yang Maha Kuasa.
landas pacu gantole dari jauh (doc. Fitri Pirala)

Berikut beberapa 'kelakuan gila' teman-teman saya saat berkunjung kesana:

kalo cape bisa tidur di landas pacu nya

glesotan di kemiringan curam, jatuh = mati! (doc. Fitri Pirala)

(doc. Fitri Pirala)


kelakuan gila 1 ini jangan ditiru! jaket salah satu teman tertiup angin dan nyangkut di landasan pacu yang miring curam!

Oh iya, sunset dari spot ini sangaaaat indah dan romantis.(maaf fotonya ngga ada, soalnya dulu motret make analog, hihihi) Tapi jangan berharap bisa melihat malam tanpa izin pada Yu Mar ya! Karena tiap azan magrib berkumandang dan kita tidak turun, pasti akan disusul oleh beliau dan disuruh turun, hihihi :)
Kalau berniat menginap bisa kok, di depan warung Yu Mar ada pendopo untuk berkemah. Sayang, air agak susah didapatkan.

P.S : Parangndog tidak dianjurkan bagi mereka yang takut ketinggian dan angin kencang.

Bagaimana dengan kalian yang sudah pernah merasakan angin Parangndog? Bikin pengen balik bukan? Buat yang belum pernah berkunjung, Parangndog menunggu!

7 comments:

  1. parangndog itu apanya jogja yaa??

    ReplyDelete
  2. kinkin, aku merinding deh ngeliat foto temenmu yg kaya mau terjun dan yg mau ngambil jaket. hha.

    tyas

    ReplyDelete
  3. salam dr seberang.., saya akan ke jogja bulan depan..., apa bisa ketemu dan bawaen saya ke pantai parangndog yg lumayan nihh? maaf..,

    ReplyDelete
  4. mas itu didaerah mana ya... pengen tau

    ReplyDelete
    Replies
    1. daerah parangtritis mas, kalo ke sudah sampai di jalan ke arah pantai, itu kan kalo ke parangtritis belok kanan, kalo parangndok masih lurus ambil jalur naik bukit, pertigaan belok kanan ambil jalan tanah.. kalo pertama kali kesana lbh baik tanya penduduk nanti pasti ditunjukkan jalannya..

      Delete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)