October 31, 2010

Menggapai Puncak Nglanggeran


Memandang bintang sambil berkemah di puncak tertinggi Nglanggeran adalah hal paling romantis di tahun ini!
-kinkin, 2010-
Ada satu objek wisata baru andalan saya : Gunung Nglanggeran. Gunung api purba berumur 60 juta tahun di dekat Pathuk Gunungkidul ini sebelumnya mungkin tidak banyak dikenal (bahkan bapak-bapak di Pathuk yang saya tanyai dimana Nglanggeran beliau ngga tau!) kecuali oleh para petualang ekstrim yang hobi mendaki gunung.
Gunung ini sekarang sudah mati, meninggalkan bongkahan-bongkahan batu raksasa (pantaskah saya sebut bongkahan? ehm, bukit lebih tepat kayaknya) yang saling menumpuk dan membentuk perbukitan batu yang eksotis. Cara mendakinya juga eksotis: merayap di bebatuan yang miring dan menanjak, melewati lorong supersempit diantara dua tebing tinggi, dan memanjat untuk mencapai puncak gunung tertinggi demi pemandangan 360 derajat!

siap mendaki! (photo by : Saiqa)

lorong menanjak dengan tangga kayu ini memang benar-benar sempit! (photo by : Saiqa)

pemandangan setelah berhasil melewati lorong
(photo by : Saiqa)

Tidak perlu takut kepanasan, sepanjang pendakian kita akan selalu diteduhi pepohonan. Capai? Carilah bebatuan terdekat dan istirahat di atasnya. Ingin mencoba climbing? Cukup cari tebing, dan panjatlah!
Gunung Nglanggeran ini 'pantang' dikunjungi saat musim hujan. Jalur pendakian akan menjadi sangat becek, tetapi keras, ini adalah mimpi buruk bagi sepatu tanpa pencengkeram. Pacar saya berkali-kali terpeleset (dan benar-benar kesusahan untuk naik) karena medan berbatu tapi licin ini. Begitupun saat memanjat, lumut hijau basah dan air yang mengalir dari atas tebing menjadi penghambat utama.
Sesaat saya lihat topografi Gunung Nglanggeran seperti film avatar. Tebingnya yang tinggi menonjol seperti akar napas tumbuhan bakau yang timbul dari tanah, muncul begitu saya ditengah hamparan awan.
Ada beberapa tahap pendakian Nglanggeran. Untuk pemula, cukup sampai di pos pertama. Disini pemandangannya udah top. Merapi-Merbabu-Sumbing nampak berjejer indah di utara. Dusun Salaran (lihat post saya tentang Salaran disini) dengan seribu towernya menghiasi foreground. Sayang, pemandangan di sebelah barat tertutupi tebing puncak kedua.
Inilah beberapa jepretan pemandangan di puncak pertama :

Salaran: Dusun Seribu Tower

CLR! (photo by :Saiqa)

Merapi

Untuk yang masih kuat, bisa naik ke puncak kedua. Lumayan jauh dan butuh tenaga. Tercatat sandal 2 teman saya jebol pada pendakian berdarah dan berbasah-basah kali ini. Yang masih kuat bisa ke puncak tertinggi dengan pengorbanan memanjat dan melompat-lompat dari batu satu ke batu lainnya (dengan konsekuensi jatuh ke jurang jika terpeleset) tapi mendapat bonus pemandangan Jogjakarta 360 derajat! Nah, puncak terakhir inilah yang jadi tempat para pendaki biasa menginap dan menikmati bintang-bintang. (uuugh.. cool...)
rombongan pendakian pertama cuma berhasil sampe puncak kedua


rombongan pendakian kedua, berhasil naik ke puncak kedua.kayak habis perang!

Puncak terakhir. Sayangnya mendung, jadi ga bisa 360 derajat deh.

bg: Bukit batu ala Avatar

di atas awan... (photo by : Sandi)

Gunung Nglanggeran kini tengah diajukan untuk menjadi geopark (taman bumi) karena sangat kaya dan punya batuan karst yang khas. Selain itu, Nglanggeran juga menjadi alternatif tempat wisata dan makrab mahasiswa. Baguslah, asal jangan macam-macam di gunung ya :)



*foto-foto diambil dari kamera teman-teman. Diedit oleh saya. Terimakasih atas foto-fotonya :)

4 comments:

  1. baru tahu kalo ada gunung itu, dan baru tahu lagi kalo blogmu ini sudah ganti baju baru. hehehe. tu tegak lurus merapi kelihatan ya...sepertinya lebih eksotis tempat ini daripada bukit bintang :p

    ReplyDelete
  2. absolutely! apalagi kalo sampe puncak tertinggi, bener2 di depan mata tanpa penghalang! woaaa

    hehe iya, aku bosan sama baju lama. ganti aaah..

    ReplyDelete
  3. foto nglanggerannya mantab....tempat favorit waktu suntuk nih...:D

    ReplyDelete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)