November 02, 2009

Nepal 2014.



" ketika kamu berkeliling ke negara lain, maka sebenarnya kamu sedang melihat negaramu sendiri."

itulah baris pertama pembuka buku Tibet di Otak pemberian Pak Maman yang saya baca untuk ketiga kalinya. Buku kumpulan catatan perjalanan dan karya fotografi ini ditulis oleh lima orang traveler-fotografer-arsitek hebat Indonesia, antara lain Jay Subiakto, Enrico Sukarno, Claudia Keeper.

Masing-masing menuliskan diari perjalanan mereka dengan sentuhan personal dan gaya menulis yang berbeda. Tetapi salah satu catatan perjalanan yang paling saya sukai adalah milik Enrico Sukarno, dimana perjalanan itu seperti begitu dinikmati olehnya yang seorang Budha, perjalanan tentang sejarah, budaya, arsitektur, dan tentu saja, religi, dimulai dari Kathmandu, Nepal menuju Shangri-La~Tibet~Atap dunia. Ketika rombongan keluar masuk banyak tempat ibadah dan kuil, mengamati gaya arsitektural masing-masing tempat yang mereka datangi, Enrico membuat begitu banyak kesepakatan batin antara dirinya sendiri, dimana perjalanan ini semacam menjadi sebuah ajang aktualisasi diri. Jadi perjalanan yang dia lakukan tak hanya sebatas memburu eksotika dan wisata kuliner semata. Sebenarnya semua rombongan menceritakan secara umum tentang perjalanan yang sama. Bagaimana mereka menginap dan menikmati begitu banyak aroma yak butter- dan tentu saja merasakannya, bagaimana mereka terkena penyakit mountain sickness, bagaimana perjalanan menantang tapi penuh keindahan misterius di sepanjang jurang menuju Tibet, Durbar Square yang selalu padat aktivitas, lorong-lorong kota yang sekilas mengingatkan kita akan Kotagede, Istana Potala yang mengejutkan, Dalai Lama dan kekaguman mereka akan dirinya, dan banyak lagi bait demi bait panjang yang menarik untuk diikuti.

Istilah Tibet di Otak sendiri sudah diperkenalkan sebelumnya-dan jujur saja- kata-kata itu terpatri dalam ingatan saya. Ketika lembar demi lembar habis terbaca, semakin kuat keinginan saya untuk datang ke salah satu negeri yang paling miskin sedunia-tapi juga menjadi world heritage yang kaya akan peninggalan sejarah itu. Dilengkapi foto-foto yang diambil mereka (tentu saja Jay Subiakto dengan Leica nya membuat saya iri!), lengkaplah sudah antara rasa haus saya akan pengetahuan, seperti apakah Tibet itu.

Lalu mengapa saya ngebet pergi ke sana suatu saat nanti, daripada pergi ke Prancis, atau negara Eropa lainnya?

Semua orang tahu sebagai negara miskin Nepal tergolong negara yang masih tertinggal. Tapi kelebihannya, mereka benar-benar tahu bahwa mereka hidup dari pariwisata, dan semua aset itu terjaga dengan baik. Di antara bangunan-bangunan kubus homogen berwarna keabuan, masih tampak kuil-kuil pemujaan, atau tempat-tempat bersejarah yang walaupun terkesan kumuh tapi mengajarkan tentang apresiasi akan budaya. Di Tibet sendiri masih banyak ditemukan cara pemujaan tradisional seperti praying wheel dan bendera-bendera warna-warni di sepanjang lereng pegunungan yang dipercaya akan membawa doa mereka ke surga. Namun ketika Cina mulai mengintervensi budaya dan 'membangun' budaya baru dengan paksa di atas eksotika Tibet, nampaklah keduanya tidak dapat hidup berdampingan. Tibet sendiri baru saja dibuka setelah adanya gejolak di dalam negara tersebut, sampai Dalai Lama 'mengungsi' ke India, sehingga menurut saya negeri ini semakin menantang untuk dikunjungi.

Dalai Lama


Entah harus berapa rupiah yang saya kumpulkan di tabungan saya, tetapi saya selalu berdoa di tahun saya bisa mengunjunginya besok, saya sudah mendapatkan banyak kemudahan untuk menggapai Tibet.

Dan entah dengan siapa saya akan pergi. Teman-teman? Keluarga? Suami? atau akan menjadi perjalanan eksotis saya sendiri?
Tibet oh tibet...


...di otak.

4 comments:

  1. sama aku aja ke nepalnya..kamu ikut tabungan rencana mandiri dari sekarang.hahaha

    ReplyDelete
  2. New Zealand di otak 2012.
    Tanpa Alasan.

    ReplyDelete
  3. saya pengen ke new zealand.
    entah kapan itu.
    pokoknya pengen ke sana.
    :D

    ReplyDelete
  4. semoga sempat ke mekah sebelum ajal.. amin...

    ReplyDelete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)