July 18, 2009

backpackeran - prolog

Alhamdulilah, perjalanan saya dan teman-teman selama sepuluh hari selesai juga. Begitu sampai di tanah Jogja, rasa syukur dan bahagia menyelimuti batin saya, bersyukur bahwa saya tinggal di Jogjakarta. Perjalanan kami kali ini benar-benar penuh makna, dan menyadarkan kami, bahwa Indonesia adalah benar-benar zamrud khatulistiwa.

Sepertinya kurang afdol bagi saya kalau enggak membagi cerita kami kepada teman-teman semua. Walaupun sempat ada tragedi hilangnya setengah foto perjalanan saya karena card reader busuk, tetap saya masih ada cerita yang ingin saya share di blog ini. Saya akan membaginya dalam beberapa part sesuai negara yang kami kunjungi. Semoga teman-teman menyukainya, dan bisa mendapat wawasan baru dari cerita-cerita bodoh kami :)

Sebelumnya saya ingin mengenalkan teman-teman rombongan saya.


Sidiq, si ketua rombongan. Aaa.. sebenernya kami enggak memutuskan bersama sih bahwa mas sidiq yang jadi grup leadernya. Tapi dialah yang punya ide membuat trip ini, kemudian ia mengajak Koplak ikut serta. Urusan pra keberangkatan seperti booking hostel, tiket pesawat, sampai ke pembelian Lonely Planet, Mas Sidiq yang punya andil. Dia sempat sakit flu di Thailand gara-gara beberapa hari sebelumnya kami nekad tidur di pinggir pantai Pattaya yang anginnya kenceng ngga nguatin. Keadaannya yang cukup parah saat di hostel Chiang Rai, ditambah saat itu sedang ramai kasus flu babi, membuat pemilik hostel yang mantan perawat panik dan 'memisahkan' Mas Sidiq dengan yang lain. Bahkan dia sempat akan memanggil petugas kesehatan untuk memeriksa kamar tempat kami menginap dan memastikan bahwa tempat itu bersih dari virus. Kami sempat stuck dan bingung kalau Mas Sidik sampai harus diperiksa dan dikarantina di Chiang Mai, walau akhirnya hal itu tidak terjadi. Dia semakin membaik dan sembuh saat kami berada di KL.


Koplak, si cuek tukang kentut. Saya sempat khawatir dengan sifat koplak yang moody abis dan gampang bosenan. Kami sempat berpikir kalau di jalan Koplak bosen berjalan dengan rombongan dia akan mlethas dan mencari jalur sendiri. Ternyata hal itu tidak terbukti. Setelah Koplak mengatakan rasa excitednya habis lama sebelum perjalanan, rupanya ia kembali bersemangat saat kami sudah memulai trip melelahkan ini. Anak yang sakpenake dewe dan cuek, tukang kentut, dan pongah-pongoh. Tapi Koplak sangat membantu perjalanan ini. Dia mudah dekat dengan orang baru, dan kami sering mendapatkan banyak info dari hasil ngobrol SKSD nya dengan penduduk setempat. Bahkan, saat di Bangkok, om nya Koplak sangat membantu kami. Beliau sekeluarga membolehkan kami berlima menginap di apartemennya yang seperti hotel bintang lima, dan selama lima hari kami serasa menginap a la tamu terhormat. Om Heru adalah staf KBRI Bangkok yang sibuk, tapi saat makan malam kami selalu makan bersama, sehingga kami merasa berada di keluarga sendiri. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik. Kami mendapat tempat menginap yang super keren, internet gratis, bisa makan siang dan malam sampai kenyang, beberapa kali diantarkan supirnya ke tempat-tempat wisata di Bangkok, dan di malam terakhir kami ditraktir makan buffet di Ramkamhaeng. Alhamdulilah, kami bisa menghemat uang kami untuk trip selanjutnya :)


Ria, teman wanita tukang tidur yang teraniaya. Ria sudah terkena flu beberapa hari setelah kami sampai di Bangkok. Dan dia semakin teraniaya saat kami nekad tidur di Pattaya. Harusnya dia bisa beristirahat, malah ikut tidur di tepi pantai. Tambah disia-sia pula dengan dipanggil gadis H1N1. Begitulah nasib Ria disana. Tapi Ria adalah satu-satunya anggota rombongan, selain saya tentunya, yang wanita. Ada cerita unik dibalik ikutnya dia di perjalanan ini. Saya mengajak dia hanya lewat telpon, dan dia izin ibunya pun dengan berteriak-teriak saat masih saya telpon, dan mengatakan ikut saat itu juga. Saat itu sih dia tergoda dengan harga tiket perjalanan yang saya bilang hanya delapan ratus ribu rupiah (yang akhirnya membengkak seiring bertambahnya rute perjalanan kami) tapi Ria sangat keren. Dia , walaupun baru satu kali bertemu dengan Sidiq dan Koplak, langsung bisa akrab dengan mereka saat trip. Sifatnya yang cuek dan agak ingah-ingih membuatnya bisa merasa santai melakukan trip ini dan membuatnya terasa menyenangkan. Satu lagi, anak ini ngantukan parah. Sering sekali baru beberapa menit kami ada di atas kendaraan, dia tahu-tahu sudah tertidur lelap. Sampai di hostel pun dia tertidur. Kata-kata andalannya, "aku kok ngantuk ya..." jkakakakkaak.


Ian, si berbulu kuliner sejati. Buat anak satu ini, lebih baik menggunakan uangnya untuk kulineran daripada untuk biaya transportasi. Lebih baik jalan jauh tapi nyoba makanan baru daripada naik MRT tapi cuma makan McD. Dia sudah mengumpulkan cukup banyak referensi kulineran di negara-negara tujuan kami, sehingga saat di sana kami mencoba cukup banyak makanan baru sampai akhirnya saya bilang, "stoppp. ayo kita makan McD". Rasa makanan baru yang kami coba tidak selalu enak, dan beberapa kali Ian mendapatkan menu yang tidak enak itu. Wakakakakaka. Ian adalah tersangka utama penganiaya Ria a.k.a Gelgel dan sampai sekarang Ian menganggap Gelgel adalah gadis H1N1 yang harus diisolasi. Saya sebenernya sering berbeda pendapat dengan dia, tapi kalau sudah punya pandangan yang sama, kompaknya bukan main, apalagi dalam hal ngerjain Gelgel. Hekekekeke. Motto dia, " Biarpun aku dibayari nang Pattaya, aku bakal mikir-mikir lagi kalo mau kesana untuk kedua kalinya" Saya setuju Yan!


5. Dan saya sendiri, Kinchung. Si wanita berkaki model iklan sepatu gunung yang sudah lama pingin keluar negeri, dan mempunyai keinginan sangat besar untuk melihat Golden Triangle. Banyak hal bodoh yang dia lakukan mengingat dirinya yang ceroboh, dan sifat moody nya yang mungkin sempat membuat teman-temannya sebal. Tapi buat dia, ini adalah perjalanan keluar negerinya yang paling berkesan!


Sekedar pesan, jika kalian ingin bepergian dalam rombongan, misal nya saya bepergian dengan 4 teman saya, pastikan bahwa kalian mempunyai visi dan misi yang sama. Jangan sampai disana ternayat ada perbedaan pendapat yang kemudian membuat perjalanan tidak menyenangkan. Perbedaan pendapat pasti ada, tapi harus diminimalisir. Alhamdulilah kami punya satu tujuan yang sama, berlibur dan backpackeran! Jadi engga ada yang ngributi pengen tidur di hotel mewah atau bermasalah dengan makanan. Soalnya kalau ada perbedaan, apalagi yang serius, bisa mempengaruhi mood rombongan loh. Makanya, sebelum trip itu dimulai, pastikan semuanya baikbaik saja.. :)


Thanks to : My eiger camera backpack, 20 D bersensor kotor, lensa kit berjamur dan fix 50mm yang hobi eror 99, sepatu sendal reebok, paspor berfoto TKI, jurnal kecil merah yang cantik, lembaran dolar yang tertinggal di ChiangRai, sarung Bali biru nya Gelgel, yang menemani perjalanan saya ini. Saya sempat berharap bisa mengeksplore banyak hal dari tempat-tempat ini, sayangnya waktu kami sangat kurang sehingga engga bisa ke tempat-tempat yang unik. Saya tidak bisa mendapatkan hasil foto yang prima, mengingat sensor kamera yang busuk, dan cuaca di negara tujuan yang mendung dan engga bersahabat. *cari alesan mode: on


Ehm.. mungkin ini dibanding teman-teman lain yang nantinya akan posting, punya sayalah yang paling panjang dan ngga penting. Hehehe ga papa ya...

10 comments:

  1. kinnnn... bagusss...
    hahaha..
    tapi mukaku kurang oh yes tu..
    fotomu kok ga adaaaaa

    dan harusnya,
    "meskipun baru bertemu pertama kali dengan sidiq dan koplak, tetep aja gel2 di aniaya mereka"

    ian biang kerok semua ini.. grauuu!!

    ReplyDelete
  2. menunggu kisah selanjutnya..
    =))

    ReplyDelete
  3. aarrrggghhh...

    ini baru prolog tapi sukses membuat saya iri!

    sekarang kamu telah berhasil membuat orang-orang yang di blog kamu menjadi keren!

    saya ucapkan kepada Koplak, Sidiq, Ian, dan (saya belum kenal) Ria yang mendadak menjadi keren di blog ini...

    ReplyDelete
  4. Satu lagi, paling penasaran sama cerita kalian yang ngegembel di Pattaya...

    hehehe...

    ReplyDelete
  5. ria siapa ya?


    ahahahahahaha..
    mantavs kin, kmu haruse buat jurnal perjalanan njuk dibukukan, njuk didol..ahahahaha
    ayo ngajak aku kalo mo bekpekeran laghie..hhuy

    ReplyDelete
  6. selamat, y, kin! bisa pulang tanpa melalui proses karantina... hohoho

    kutunggu cerita selanjutnya!! *wink

    -rizkamaleslogin-

    ReplyDelete
  7. fotonya ian lucuu,,hahaa. .
    pengen tau crita lengkap yg di pattaya!

    ReplyDelete
  8. hahaha, prolognya bagus eh...
    :D
    lanjut gan!

    ReplyDelete

terima kasih sudah mampir dan memberikan komentar :)